Sejarah Syekh Subakir dan Sabdo Palon

MENOREH.CO, Wonosobo, 2 Juli 2024Syekh Subakir, yang dikenal oleh masyarakat Jawa kuno sebagai Aji Saka. Beliau adalah tokoh penting yang berhasil menetralkan tanah Jawa dari pengaruh makhluk gaib asing. Syekh Subakir berasal dari Iran, dan kisahnya sangat menarik untuk diikuti.

Asal Usul Syekh Subakir
Syekh Subakir berasal dari daerah Rum, yang terletak di Iran. Beliau terkenal karena jasanya dalam menetralisir tanah Jawa dari pengaruh negatif. Syekh Subakir diutus oleh Sultan Muhammad I dari Turki, tepatnya dari Istanbul. Sultan Muhammad mendapat petunjuk untuk mengirim seseorang ke tanah Jawa guna menyebarkan agama Islam. Tugas ini tidak mudah karena kondisi Jawa yang masih berupa hutan belantara dan dihuni banyak makhluk halus.

Sebelumnya, Sultan Muhammad telah mengirim beberapa ulama ke Jawa, namun mereka tidak berhasil karena tantangan gaib dan kentalnya pengaruh agama Hindu dan Buddha di sana. Merespons hal ini, Sultan Muhammad mengutus Syekh Subakir bersama delapan orang lainnya, yang masing-masing memiliki keahlian khusus, termasuk menetralkan tempat angker dan melakukan rukiah.

Percakapan Syekh Subakir dengan Sabdo Palon, Danyang Tanah Jawa
Sesampainya di tanah Jawa, Syekh Subakir dikenal sebagai Aji Saka. Ia menyadari bahwa kegagalan penyebaran Islam sebelumnya disebabkan oleh penolakan dari Danyang tanah Jawa, yang dikenal sebagai Sabdo Palon. Berikut adalah cuplikan percakapan mereka:

Syekh Subakir: “Danyang tanah Jawa, tolong keluarlah. Saya ada kepentingan dengan Anda.”

Sabdo Palon: “Saya adalah Sabdo Palon, penjaga tanah Jawa sejak jaman leluhur, jaman para dewa, hingga sekarang, jaman Majapahit.”

Syekh Subakir: “Perkenalkan, nama saya Syekh Subakir, atau Anda bisa memanggil saya Aji Saka.”

Sabdo Palon: “Apa tujuan Anda datang ke sini?”

Syekh Subakir: “Saya diutus oleh Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.”

Sabdo Palon: “Bukankah Anda tahu bahwa di sini sudah ada agama Hindu dan Buddha? Untuk apa menambah agama lagi?”

Syekh Subakir: “Biarkan rakyat memilih agamanya sendiri. Sebelum Hindu dan Buddha, sudah ada kepercayaan lain di tanah Jawa, bukan?”

Sabdo Palon akhirnya mengakui bahwa sebelum kedatangan agama Hindu dan Buddha, masyarakat Jawa sudah memiliki keyakinan akan adanya Yang Maha Kuasa yang menciptakan segala-galanya dan sangat welas asih.

Syekh Subakir: “Agama yang saya bawa ini adalah penyempurnaan dari keyakinan tersebut, mengajarkan untuk menghormati sesama, menolong yang lemah, dan menebarkan kasih sayang kepada semua orang dan alam semesta.”

Sabdo Palon: “Aku akan mengizinkan penyebaran agama Islam dengan empat syarat.”

Syarat-syarat tersebut adalah:

  1. Tidak memaksa orang untuk masuk Islam.
  2. Bangunan ibadah harus dibangun dengan gaya Hindu.
  3. Raja yang memimpin harus berdarah campuran antara Islam dan Hindu.
  4. Orang Jawa harus tetap memeluk budaya adat Jawa dan tidak berubah menjadi seperti orang Arab atau Iran.

Syekh Subakir setuju dengan syarat tersebut dan mulai menyebarkan agama Islam serta menetralisir berbagai tempat angker di tanah Jawa.

Wafatnya Syekh Subakir
Menurut beberapa sumber, Syekh Subakir wafat di Persia pada tahun 1462. Namun, ada juga yang meyakini beliau wafat di tanah Jawa. Kebenarannya masih belum pasti.

Alamat Makam Syekh Subakir
Bagi yang percaya bahwa beliau wafat di tanah Jawa, ada dua lokasi makam Syekh Subakir:

Di Tanjung, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Di pemakaman daerah pegunungan Tidar, tepatnya di Beji Benowo.
Itulah kisah tentang Syekh Subakir dan peran pentingnya dalam penyebaran Islam di tanah Jawa serta alamat makam beliau. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sejarah Kebaya :Dalam Masa Migrasi China

Sel Jul 2 , 2024
MENOREH.CO, Wonosobo, 2 Juli 2024 – Kebaya merupakan busana tradisional Indonesia yang memiliki kunikan dan keindahan yang khas. Kebaya adalah busana adat perempuan Indonesia yang sudah ada sejak jaman dahulu dan masih melekat di masyarakat hingga saat ini sebagai warisan budaya. Sejarah Kebaya sangat menarik untuk diketaui, beberapa teori mengatakan […]
Sejarah Kebaya

Kamu mungkin suka