Sejarah Peninggalan Terakhir Raja Airlangga

Prasasti Pamwatan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Medang-Kahuripan. Prasasti Pamwatan ini dikeluarkan oleh Raja Airlangga pada 965 Saka atau 1043 M sebagai prasasti terakhir. Prasasti Pamwatan ditemukan di Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Menurut sejarawan asal Perancis, yaitu L.C. Damais, Prasasti Pamwatan dikeluarkan tepatnya pada 20 November 1042. Namun, ada juga sumber yang menyebutkan Prasasti Pamwatan dikeluarkan pada 19 Desember 1042.

Isi Prasasti Pamwatan

Isi Prasasti Pamwatan adalah tulis menggunakan bahasa Jawa Kuno. Dalam prasasti tersebut tertulis jelas nama Raja Airlangga, yaitu Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Utunggadewa.

Umumnya, nama itu tercantum dalam prasasti-prasasti lain yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, sehingga kemungkinan besar Prasasti Pamwatan merupakan prasasti yang dikeluarkan olehnya. Selain itu, tercantum juga dalam Prasasti Pamwatan nama ibu kota Kerajaan Medang-Kahuripan adalah Daha.

Pemindahan pusat kekuasaan ini bisa dimaksudkan untuk membangun kembali Istana Daha, yang berarti dahana pura, istana yang terbakar. Penulisan nama Daha ini terdapat pada bagian atas Prasasti Pamwatan.

Prasasti Pamwatan sempat dicuri atau hilang pada 2003. Oleh sebab itu, Prasasti Pamwatan yang ada saat ini merupakan duplikat dari foto yang pernah dipublikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Merentas Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari Dan Memahami Arsitektur Megah Candi Singasari

Sen Sep 25 , 2023
MENOREH.CO – Candi Singasari adalah salah satu situs bersejarah yang memikat di Singosari, Malang, yang mengajak kita untuk menjelajahi jejak-jejak masa lalu yang kaya dari Kerajaan Singasari. Candi Singasari ini terletak di Jalan Kertanegara, Desa Candirenggo dan menawarkan pengalaman yang memukau dalam sejarah dan seni budaya. Candi Singasari adalah peninggalan […]

Kamu mungkin suka