Misteri Terungkap: Penemuan Makam Encik di Benteng VOC Jepara Mengguncang Sejarah Lokal!

MENOREH.CO, JEPARA – Benteng VOC atau Benteng Kompeni secara administratif terletak di Dusun Ujung Batu, Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Luas bangunan benteng ± 7.230 m². Benteng ini terletak di atas sebuah bukit yang berada di tepi pantai Laut Jawa, sekitar 0,5 km ke arah utara dari pusat kota Jepara. Bukit tersebut bernama Bukit Donoreja (bukit Jepara) yang merupakan bukit yang cukup terjal, kecuali kaki bukit sisi timur merupakan bagian yang cukup landai dan pada sisi selatan bukit mengalir sungai Wisa.

Secara geografis Benteng VOC terletak pada ketinggian 35,05 meter dari permukaan air laut (mdpl) dan secara astronomis terletak pada 06◦ 35’ 11,458” Lintang Selatan dan 110◦ 39’ 59,082” Bujur Timur. Benteng ini berdenah segitiga dengan tiga bastion di barat daya, timur laut dan tenggara. Benteng ini memiliki pintu masuk di sisi timur. Benteng dibuat dengan bahan batu karang (batugamping terumbu) yang dibentuk menjadi balok-balok persegi panjang berukuran rata-rata 18 x 25 x 30 cm. Balok-balok tersebut disusun dengan perekat campuran pasir laut, kapur dan semen merah serta tidak menggunakan lepa.

Pada bagian sisi barat benteng terdapat makam penduduk sekitar. Di dalam kompleks makam penduduk tersebut terdapat beberapa makam yang menunjukkan ciri-ciri kekunoan, yaitu pada bentuk nisan dan jirat. Pada sisi timur Benteng VOC terdapat makam Cina yang sudah tidak dipakai lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya makam yang sudah digali dan kondisinya sudah tidak terawat.

Di sebelah timur makam Cina terdapat Taman Makam Pahlawan Giri Dharma. Pada sisi sebelah selatan Benteng terdapat tiga rumah penduduk dan dua buah makam kuno, yang oleh penduduk setempat lebih dikenal sebagai Makam Encik yaitu makam orang arab. Tahun pendirian benteng tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi masa penggunaannya diperkirakan sekitar abad XVII M untuk mengamankan aset dan kantor dagang VOC di Jepara. Benteng VOC Jepara dan keletakannya menggambarkan strategi pertahanan dalam menghadapi ancaman dari darat dan laut.

Benteng Fort Japara XVI atau lebih dikenal masyarakat Benteng VOC tahun ini diajukan mendapat penataan. Penataannya berupa sarana dan prasarana tambahan. Sehingga, nantinya benteng tersebut tidak hanya dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan (TMP) Jepara.

Ada beberapa sarana dan prasarana yang rencananya dikembangkan di lokasi tersebut. Mulai dari musala, sumur, kamar mandi, lampu, dan juga jaringan internet. Bahkan tak menutup kemungkinan juga didirikan beberapa warung kuliner. Meski begitu, rencana penataan tersebut butuh proses. Namun, ia memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar mengusulkan penataan tersebut dalam momentum pembahasan anggaran perubahan mendatang.

Benteng Fort Japara itu termasuk Benda Cagar Budaya (BCB). Bangunan tersebut dalam kondisi masih relatif baik. Di bagian depan dihiasi dengan taman, menara pandang, dan tempat bersantai bagi para pengunjung.

Yang menjadi ikon adalah sebuah gerbang benteng dengan pintu lengkung bercat putih. Di atasnya terdapat tulisan Fort Japara XVI. Bangunan benteng luas lahannya sekitar 1,69 hektare dan menyatu dengan kompleks TMP Jepara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Fenomena Langka: Air Tuk Bimolukar Berliku Menembus Perjalanan Menuju Samudera Hindia

Jum Nov 24 , 2023
MENOREH.CO, Wonosobo – Sebelum memasuki dataran tinggi Dieng, pengunjung akan meleewati Tuk Bima Lukar. Tuk Bima Lukar menurut bahasa Jawa adalah mata air. Sedangkan Bima Lukar berarti Bima sedang membuka pakaiannya. Hal ini mengingatkan sebuah cerita pewayangan pada masa Pandawa dan Kurawa ketika mereka masih remaja. Ketika guru mereka, pendeta […]
tuk-bimolukar

Kamu mungkin suka