Menyingkap Sejarah yang Terlupakan: Peran Budak Kulit Hitam dalam Kesuksesan Wiski Jack Daniel

Setelah terabaikan selama lebih dari satu abad, peracik asli wiski Jack Daniels yang berkulit hitam akhirnya mendapat pengakuan dalam sejarah perusahaan.

MENOREH.CONarasi sejarah industri pembuatan dan penjualan wiski Amerika Serikat sering kali berfokus pada tradisi penyulingan Skotlandia-Irlandia dan negara-negara Eropa lainnya. Meskipun demikian, kontribusi para budak kulit hitam memiliki peran yang sangat penting dalam serangkaian proses penyulingan tersebut. Para budak tersebut tidak hanya melakukan pekerjaan fisik, melainkan juga memiliki pengetahuan mendalam tentang teknik produksi alkohol yang berasal dari Afrika Barat.

Kesuksesan wiski Jack Daniel, yang telah dikenal luas di penjuru dunia, tidak lepas dari peran seorang budak kulit hitam. Jasper Newton Daniel, atau yang dikenal sebagai Jack Daniel, tidak sendirian dalam membangun usaha minuman kerasnya. Di awal pendirian usahanya, nama Dan Call sangat erat kaitannya dengan kisah suksesnya. Call adalah pemilik tanah dan pengkotbah aliran Kristen Lutheran yang kaya raya.

Melalui Call, Jack Daniel muda memulai karirnya di industri penyulingan wiski. Nathan Green, salah satu karyawan kepercayaan Call, menjadi mentornya dalam dunia penyulingan. Kontribusi Nathan “Nearest” Green terhadap kesuksesan wiski Jack Daniel di Tennessee sering kali terabaikan dalam narasi sejarah.

Beberapa dekade kemudian, kontribusi Green diakui secara resmi oleh Jack Daniel, dan program kunjungan publik ke penyulingan mereka di Lynchburg, Tennessee, mencakup penghormatan terhadap peran Nearest Green.

Kisah awal kejayaan wiski Tennessee dimulai pada akhir 1850-an, ketika Jack Daniel yang yatim piatu dirawat oleh Dan Call, seorang pendeta Lutheran yang juga penyuling wiski. Di bawah pengawasan Call, Jack diperkenalkan ke dunia penyulingan wiski oleh Nearest Green, yang sudah mahir dalam bidang tersebut.

Green, seorang budak kulit hitam, membawa teknik uniknya yang melibatkan arang dan gula maple, sebuah proses yang diyakini berakar di Afrika Barat. Green tidak hanya meningkatkan rasa wiski, tetapi juga menetapkan standar untuk wiski Tennessee yang dikenal sebagai Lincoln County Process.

Setelah Amandemen ke-13 Konstitusi AS menghapuskan perbudakan pada 1865, Call menjual pabrik penyulingan itu kepada Jack Daniel. Green, yang kini tidak lagi menjadi budak, diberikan posisi sebagai kepala bagian penyulingan. Hubungan kerja dan persahabatan lintas ras mereka berlanjut, meskipun di tengah norma-norma rasial yang kaku pada saat itu.

Sejarah Nearest Green, meskipun terabaikan selama beberapa dekade, akhirnya terungkap melalui upaya penelitian oleh Fawn Weaver dan pihak lainnya. Pada tahun 2016, perusahaan secara resmi mengakui Green sebagai mentor Daniel, mengungkapkan sosok maestro sejati di balik wiski ikonik tersebut.

Kisah Green menjadi inspirasi tentang bagaimana sejarah perusahaan dapat diperbaiki dan pengakuan dapat diberikan kepada individu yang berkontribusi besar, meskipun terpinggirkan dalam narasi sejarah resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Napoleon Bonaparte dalam Sejarah Dunia, Seorang Pahlawan atau Tiran ?

Sen Des 11 , 2023
MERCUSUAR.CO – Karier militer Napoleon Bonaparte adalah salah satu yang paling cemerlang dalam sejarah dunia, dimulai pada tahun 1796 ketika ia berperan penting dalam membantu Prancis memenangkan pertempuran di Italia melawan Austria. Prestasi gemilang ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan besar bagi Napoleon. Pada tahun 1804, ia diangkat menjadi kaisar […]
napoleon bonaparte

Kamu mungkin suka