Mengagumkan!!! Jung Java: Kapal Raksasa yang Menjadi Pengaruh Indonesia Menguasai Asia Tenggara

MENOREH.CO, Wonosobo – Indonesia pernah menguasai Asia Tenggara pada masa Majapahit dalam hal kemaritiman, hal ini dikarenakan Indonesia memiliki teknologi perkapalan yang jauh lebik unggul dibanding bangsa – bangsa lain pada masa itu. Dengan terciptanya kapal raksasa terbesar dalam catatan sejarah dunia yang disebut Jung Java.

Apa itu Jung Java?
Istilah “Jung Java” yang berarti kapal tradisional Jawa adalah kapal raksasa yang diciptakan masyarakat tanah Jawa, Jung Java memiliki ukuran yang sangat besar bahkan disebut sebagai kapal tebesar di dunia. Panjang kapal Jung Java mencapai 300-400 meter dan dapat menampung muatan hingga 2000 ton. Bahkan dengan ukuran Jung Java yang begitu besar kapal ini dibuat dengan teknik yang unik, Jung Java dibuat tanpa menggunakan paku ataupun besi, namun dengan menggunakan pasak untuk merekatkan bagian satu sama lain.

Kekuatan kapal Jung Java juga sangat mengagumkan dengan dilapisi oleh empat lapisan diding kayu yang terbuat dari kayu jati, kapal Jung Java mampu menahan serangan meriam pada masa itu. Saat peperangan melawan Bangsa Portugis, dari empat lapisan hanya dua lapisan saja yang bisa di tembus. Jung Java juga mampu dalam pelayaran jarak jauh, dalam beberapa sumber Jung Java bisa berlayar hingga Samudra Atlantik pada zaman kuno.

Pengaruh Jung Java dalam Menguasai Asia Tenggara
Jung Java digunakan secara besar – besaran oleh Majapahit dalam abad ke-14 sebagai kapal militer dan niaga. Jung Java digunakan untuk menguasai seluruh jalur perdagangan Asia. Hingga pada saat itu kota pelabuhan Malaka berhasil dikuasai oleh orang – orang Jawa. Pada abad ke-16, Jung Java mulai bersaing dengan Eropa yang berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah – rempah.

Menghilangnya Kapal Jung Java
Terkikisnya peradan Jung Java dikarenakan gagalnya regenerasi kekuasaan Mataram. Hal itu bermula saat Sultan Agung Mataram lengser, dan digantikan oleh Amangkurat I yang kemudian membuat perjanjian dangan dengan Belanda melalui VOC. Perjajian tersebut berisi bahwa VOC diperbolehkan membangun pos dagang di wilayah kekuasaan Mataram dan sebaliknya, Mataram diperbolehkan membangun pos dagang di wilayah kekuasaan VOC.

Namun keadaan memburuk ketika VOC berhasil menguasai pelabuhan pesisir pada abad ke-18. Saat itu VOC melarang galangan kapal dengan tonase melebihi 50 ton. VOC juga menempatkan pengawas di masing – masing kota pelabuhan. Hal ini menjadi awal mula runtuhnya kejayaan Jung Java. Hingga saat ini Jung Java hanya menjadi sejarah.(pep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cara Membuat Wanita Bergairah dan Pantangan Seks yang Dikupas dalam Sastra jawa: Serat Centhini

Sab Jul 6 , 2024
MENOREH.CO, Wonosobo – Serat Centhini merupakan buku kesastraan Jawa yang aslinya bernama “Suluk Tembangraras”. Buku ini ditulis dalam bahasa dan tulisan Jawa dalam bentuk tembang Macapat oleh tiga punjangga dari Kerajaan Surakarta yakni Ranggasutrasna, Yasadipura II, dan R. Ng. Sastradipura. Buku ini di tulis dalam abad ke-19 yang terdiri dari […]
Sastra jawa

Kamu mungkin suka