Menyimak Kisah Goa Gajah Pura Tertua di Bali

Menoreh.co, Bali- Bali terkenal dengan bangunan Pura sebagai pusat beribadah Umat Hindu. Tak sulit menemui Pura di Bali. Salah satunya Pura Goa Gajah, Pura Unik yang berada di Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Berbeda dengan pura pada umumnya dengan bangunan yang menjulang tinggi. Pura Goa Gajah justru dibuat masuk ke dalam sebuah tebing.

Keunikan Pura ini masih beroperasi hingga kini. Seperti fungsi kala dibangun pertama kali hingga sekarang. Kegiatan keagamaan Umat Hindu masih diselenggarakan. Goa Gajah dibangun pada abad 11, yakni perkiraan antara tahun 1001 hingga 1100 Masehi. Saking tuanya, Goa gajah termasuk jajaran pura tertua di bali. Semasa dengan Pura Puseh Batuan, dibangun pada tahun 1022 Masehi.

Sejak ditemukannya pada tahun 1923, Goa Gajah dikategorikan sebagai peninggalan candi. Bangunannya terbuat dari bebatuan dan memiliki sejarah panjang. Bahkan UNESCO memasukkannya ke dalam daftar warisan dunia yang harus dilindungi.

Pura Goa Gajah terdiri dari 4 kompleks. Dalam Goa, Depan Goa, Petirtaan, dan Artefak. Memasuki Goa Gajah kamu akan disambut dengan relief menakjubkan. Ukiran dari batu padas yang keras indah terpampang. Masyarakat Hindu Bali menyebutnya Bomha.Pahatan terdiri dari sulur daun, batu karang, kera, babi, dan raksasa. Relief kepala raksasa tersebut mempunyai mata dengan pandangan yang tajam. Tujuannya untuk menyucikan pikiran orang yang akan masuk ke dalam Pura.

Pintu Goa hanya cukup dilalui oleh satu orang. Ada 3 lorong utama dala Goa, lorong masuk, kanan dan kiri. Formasinya seperti huruf T. Hingga sekarang Goa ini masih dipergunakan beribadah. Aneka sesembahan terjajar rapi, bahkan beberapa sudut terdapat dupa yang menyala. Ada 15 ceruk di dalam Goa diduga sebagai tempat bertapa. Di ujung lorong tedapat arca Ganesha.

Dirasa cukup menelusuri dalam goa, ada sebuah tempat menarik di depannya. Bangunan semacam kolam sedalam 3 meter. Kolam ini disebut dengan Petirtaan. Tepat di salah satu sisinya ada 6 buah arca perempuan atau widyadari yang memegang kendi. Kendi tersebut mengucurkan air dan biasa dipakai untuk tempat menaruh harapan karena dianggap suci.

Kolam terbagi menjadi 3 bagian, kanan kiri widyadari dan tengah widyadara. Di tenganya terdapat sebuah arca widyadara yang membagi 3 arca widyadari di kanan dan kiri. Bagian patung widyadari terdapat kolam terbentuk persegi 4×4 meter berisi air petirtaan. Sumber airnya berasal dari sungai yang berada di 100 meter sebelah timur goa. Kompleks petirtaan ini biasa menjadi spot foto terbaik wisatawan. Selain itu juga dapat merasakan kesegaran air yang keluar dari dalam arca.

Beberapa reruntuhan bangunan candi dapat ditemukan di kompleks Pura Goa Gajah. Tak berwujud bangunan, hanya ukiran batuan candi yang berserakan. Di Selatan Kolam Petirtaan terdapat kompleks Tukad Pangkung. Fragmen pahatan bangunan di lembah ini merupakan tempat pemujaan Agama Budha. Pahatan di tebing dulunya diperkirakan sebagai candi tebing.

Berbagai jenis artefak arca juga dapat ditemui di kompleks Goa Gajah. Pada mulut goa terdapat arca Ganesha Pancuran, Arca Dwarapala, dan Batu Silinder. Selain itu arca jongkok, Arca Dewi Hariti terdapat di sebelaj barat goa. Sebelah barat Tukad Pangkung Terdapat ceruk pertapaan. Di dalamnya terdapat relief paying susun, stupa bercabang, dan pecahan arca Budha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sangiran Sebuah Bukti Riwayat Evolusi Manusia

Kam Agu 31 , 2023
Menoreh.co, Solo – Situs Sangiran adalah salah satu situs manusia purba yang ada di Indonesia. Situs ini terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, dengan luas 59,21 kilometer persegi. Situs ini dikelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, salah […]

Kamu mungkin suka