Kisah Tragis Ibnu Santoro: Dosen yang Hidupnya Berakhir di Kuburan Massal Situkup

MENOREH.CO, Wonosobo, 2 Juli 2024 – Buku “Riwayat Terkubur: Kekerasan Antikomunis 1965-1966” karya John Roosa membuka lembaran sejarah gelap Indonesia dengan mengungkap kisah tragis Ibnu Santoro, seorang dosen yang hidupnya berakhir di kuburan massal Situkup, Wonosobo. Situkup, yang terletak di Desa Dempes, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, menjadi saksi bisu dari peristiwa kekerasan antikomunis yang mengguncang bangsa pada masa itu.

Buku ini menyoroti bukti-bukti penguburan massal yang terungkap secara perlahan, seperti secarik kertas dengan daftar nama 21 korban yang ditemukan oleh seorang pengawal truk dan kesaksian seorang yang terpaksa menggali dan mengebumikan korban atas perintah Angkatan Darat. Upaya penggalian kuburan massal di Situkup oleh tim forensik dan keluarga korban memberikan gambaran nyata akan tragisnya kejadian tersebut.

John Roosa, dalam pendahuluan bukunya, menegaskan bahwa meskipun ribuan pembantaian terjadi, hanya sedikit yang telah diselidiki secara mendalam, seperti yang terjadi di Wonosobo. Masih banyak pertanyaan yang tersisa tentang kejadian ini, meskipun buku ini berusaha menggali lebih dalam untuk memecahkan ‘rahasia’ di balik kekejaman ini.

Selain Wonosobo, buku ini juga mengulas kisah hidup dan kematian tokoh-tokoh seperti I Gusti Nyoman Gede dan I Gede Puger di Bali, yang menjadi korban dalam gelombang kekerasan tersebut. Roosa tidak hanya memfokuskan pada kisah individual, tetapi juga pada pola besar bagaimana pembantaian ini diorganisir di beberapa daerah lainnya seperti Solo, Bali, Sumatera Selatan, dan Riau.

Dengan menggabungkan studi kasus dari berbagai daerah, Roosa mengupas konteks historis, propaganda militer, dan penyiksaan terhadap tahanan untuk mendapatkan pengakuan palsu. Buku ini menyoroti pertanyaan mendasar tentang peran tentara dan milisi sipil, persepsi terhadap korban yang tidak bersenjata sebagai ancaman, serta mengapa jutaan anggota PKI tidak memberontak.

“Riwayat Terkubur” adalah sumbangan penting bagi literatur tentang genosida dan kekejaman massal, membahas isu-isu kompleks seperti media, organisasi militer, kepentingan ekonomi, dan perlawanan dalam konteks yang mendalam dan berwawasan luas. Melalui riset yang mendalam dan wawancara dengan korban selamat, buku ini mengungkap sejarah yang tersembunyi dan memperluas pemahaman kita tentang masa kelam bangsa ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sejarah Syekh Subakir dan Sabdo Palon

Sel Jul 2 , 2024
MENOREH.CO, Wonosobo, 2 Juli 2024 – Syekh Subakir, yang dikenal oleh masyarakat Jawa kuno sebagai Aji Saka. Beliau adalah tokoh penting yang berhasil menetralkan tanah Jawa dari pengaruh makhluk gaib asing. Syekh Subakir berasal dari Iran, dan kisahnya sangat menarik untuk diikuti. Asal Usul Syekh SubakirSyekh Subakir berasal dari daerah […]
Syekh Subakir dan Sabdo Palon

Kamu mungkin suka