Kemenparekraf Apresiasi Wisata Berbasis Masyarakat Di Omah Kecebong

Kemenparekraf Apresiasi Wisata Berbasis Masyarakat Di Omah Kecebong

MENOREH.CO, Yogyakarta – Segenap Pimpinan dan Staff Sekretariat Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) turut melestarikan budaya Jawa di Omah Kecebong Yogyakarta. Mereka menikmati seluruh fasilitas yang ditawarkan obyek wisata satu ini.

Sekretaris Kementerian Kemenparekraf RI Drs Ni Wayan Giri Adnyani MSc CHE menyampaikan mengedepankan pariwisata berbasis masyarakat. “Kami mengapresiasi Omah Kecebong, bagaimana omah kecebong memperdayakan masyarakat sangatlah penting untuk wisata di Indonesia,” katanya.

Dia juga menyampaikan kegiatan Kemenparekraf di Omah Kecebong sangat seru karena banyak fasilitas yang dipadukan dengan budaya Jawa dalam kemasan obyek swafoto yang komplit. “Seru banget ada foto-foto karena ada muda sekarang ini suka berswafoto,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini Setmen Kemenparekraf yang terbagi dalam kelompok-kelompok mereka terlihat asyik dan seru dalam berwisata. Seakan sedang berada di sebuah festival rakyat, pegiat wisata mendapatkan seluruhnya fasilitas mulai melukis kipas, arak-arakan budaya, outbound dan menikmati aneka sajian kuliner khas nusantara yang menggugah lidah mereka para karyawan Kemenparekraf.

Pada malam hari ditengah rintik hujan itu mereka mendapatkan sajian musik yang disediakan dipanggung Omah Kecebong. Omah Kecebong merupakan Obyek Wisata Budaya Experience di Yogyakarta. tempat ini dilengkapi dengan tempat makan yang menyajikan makanan dengan menu Ndeso, dan ditempat ini dilengkapo juga untuk pengunjung bisa menikmati Wisata jelajah alam pedesaan dengan Gerobag Sapi, studio photo dengan pakaian jawa dengan tidak kurang 15 spot photo dengan nuansa alam dan kehidupan di pedesaan.

Omah Kecebong menempati lahan seluas 1,2 hektare. Salah satu bagian berupa persawahan.
Para tamu yang berkunjung ke Omah Kecebong akan mendapati suasana hijau persawahan. Sebuah spot foto, berupa jembatan kayu juga disediakan di sawah itu. Suasana desa sangat etrasa di dalam homestay. Sebab bangunan itu terbut dari gebyok kayu jati dan joglo atau limasan kuno. (Choty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kadivmin Kemenkumham Jawa Tengah Pimpin Evaluasi Kegiatan SPIP dan LKjIP 2024 UPT se Eks Karesidenan Kedu

Sel Mar 26 , 2024
MENOREH.CO, WONOSOBO – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo menjadi tuan rumah kegiatan Evaluasi Kinerja Rencana Aksi percepatan perjanjian dan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta LKjIP tahun 2024 pada UPT Eks Karesidenan Kedu yang dilaksanakan di aula rapat lantai 2 Kantor Imigrasi Wonosobo pada hari […]
Kadivmin Kemenkumham Jawa Tengah Pimpin Evaluasi Kegiatan SPIP dan LKjIP 2024 UPT se Eks Karesidenan Kedu

Kamu mungkin suka