Kapitan Pattimura Keturunan Raja Sahulau

Menoreh.co – Pernah suatu hari ada ceramah viral memenuhi lini masa media sosial tersebut usai video ceramah Ustaz Adi Hidayat yang mengklaim nama asli pahlawan tersebut adalah Ahmad Lussy. UAH tersebut memicu reaksi dari para sejarawan yang akhirnya meluruskan mengenai klaim tersebut dengan menghadirkan beberapa catatan sejarah aslinya.

Usut punya usut, klaim UAH merujuk pada buku Api Sejarah karya Mansyur Suryanegara yang banyak menerima kritik dari para akademisi lantaran menggunakan sumber sekunder yang tidak kredibel.
Sedangkan dari sumber otentik yakni historiografi J.B.J. Van Doren menyebutkan bahwa Pattimura lahir dari keluarga Kristiani dan dibaptis dengan nama Thomas Matulessy.

Kapitan Pattimura lahir pada tanggal 8 Juni 1783 di Haria, Saparua, Maluku, Hindia Belanda, dikutip dari Gramedia.

Ayahnya bernama Antoni Matulessy yang merupakan anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy.
Kapitan Pattimura merupakan pahlawan dari keturunan bangsawan dari Nusa Ina atau Seram, yaitu Raja Sahulau.

Thomas lahir pada 8 Juni 1783 di pulau Saparua, Maluku dari pasangan Frans Matulessia dan Fransina Tilahoi, serta memiliki seorang adik bernama Yohanis.

Perjalanan karier Pattimura di militer

Dikutip dari buku Mengenal Pahlawan Indonesia karya Arya Ajisaka dan Darmayanti Dewi, Thomas mendapatkan pendidikan militer dari tentara Inggris saat Maluku dikuasai dan direbut dari Belanda oleh kekaisaran Inggris.

Adapun usai penandatanganan Perjanjian Kerajaan Belanda dengan Kekaisaran Inggris pada 13 Agustus 1814, kekuasaan Maluku dikembalikan ke tangan Belanda.

Thomas sontak menolak kekuasaan Belanda lantaran beberapa kebijakan dinilai merugikan rakyat, salah satunya adalah Belanda tidak membayar para guru-guru Kristiani yang berdarah Pribumi serta mecanangkan sistem uang kertas yang membuat Gereja Maluku tidak bisa membantu kaum miskin.

Kiprah Pattimura di Pemberontakan Ambon 1817

Adapun nama ‘Kapitan Pattimura’ diberikan kepada Thomas Matulessy usai memimpin rakyat Maluku, khususnya di pulau Saparua melawan penjajah Belanda yang kian waktu semakin menyengsarakan rakyat.

Perjuangan Pattimura ditemani oleh sederet perwira yakni Said Perintah, Anthony Reebhok, Paulus Tiahahu, dan putrinya Christina Martha Tiahahu.

Bersama perwira-perwiranya, Pattimura menerjang Benteng Duurstede dan berhasil menembus pertahanan Belanda. Usai berhasil mengusir Belanda, Pattimura mengambil alih benteng tersebut sebelum berhasil direbut kembali oleh Belanda.

Pattimura dikhianati, ditangkap, dan dieksekusi

Meski menunjukkan perlawanan yang gigih bersama rakyat Maluku, Belanda menghimpun kembali kekuasaan mereka dan merebut Benteng Duurstede yang memiliki nilai strategis.
Nahas, Pattimura dikhianati oleh Pati Akoon yakni seorang raja Booi yang memberikan informasi vital ke Belanda.

Berkat informasi tersebut, tentara Belanda berhasil menangkap Pattimura, kemudian mengadilinya bersama beberapa perwira Maluku yakni Anthony Reebhok, Philip Latumahina, dan Said Parintah dengan hukuman gantung.

Pattimura meninggal pada 16 Desember 1817 dieksekusi oleh Belanda di depan Benteng Nieuw Victoria.
Kini, Pattimura dikenang sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dan wajahnya diabadikan menjadi uang 1000 Rupiah yang mulai dicetak tahun 2000. (ep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Joko Tingkir Komandan Kesultanan Kerajaan Demak

Sel Sep 13 , 2022
Menoreh.co – Joko Tingkir merupakan raja pertama dari Kerajaan Pajang. Beliaudikenal dengan nama Raden Mas Karebet yang selanjutnyamendapat gelar sebagai Sultan Hadiwijaya. Mengutip buku Sastra dan Anak di Era Masyarakat 5.0 karya AliMustafa (2022), Joko Tingkir merupakan menantu dari SultanTrenggono, Raja Demak. Saat menjabat, beliau dipercayamemegang kekuasaan wilayah Pajang. Kemudian, […]
joko tingkir

Kamu mungkin suka