Cerita Legenda Suku Tengger Di Gunung Bromo

MENOREH.COGunung Bromo akhir-akhir ini jadi perbincangan karena terbakat oleh ulah preewedding. Bagaimana cerita legenda gunung ini?. Gunung bromo adalah salah satu gunung berapi aktif yang menjadi destinasi tempat wisata bertaraf internasional yang ada di Jawa Timur. Keindahan alam yang ditawarkan gunung bromo sudah tidak diragukan lagi, seluruh wisatawan yang pernah datang ketempat ini pasti mengakui bahwa gunung bromo adalah tempat terindah untuk mengabadikan moment matahari terbit yang spektakuler.

Namun dibalik keindahan itu apakah kalian tahu bahwa ditempat itu banyak cerita legenda gunung bromo yang dipercaya turun – temurun oleh masyarakat sekitarnya yang berkaitan erat dengan sejarah asal usul suku tengger yang menjadi penduduk asli di lereng gunung bromo.

Cerita Legenda Gunung Bromo

Suku tengger adalah masyarakat asli yang tinggal di sekitar gunung bromo yang masih keturunan dari kerajaan majapahit. Pada masa itu terjadi perang di majapahit. Untuk menyelamatkan diri, sebagian dari warganya melarikan diri menuju lereng gunung bromo dan pulau Bali. Berdasarkan sejarah itu maka banyak persamaan antara masyarakat hindu tengger bromo maupun bali. Nama suku tengger sendiri diambil dari nama tokoh legenda Joko Seger dan Roro Anteng.

Joko seger adalah putra dari seorang brahmana yang bijak, sedangkan roro anteng adalah putri bangsawan keturunan majapahit yang dipercaya sebagai titisan dewa yang memiliki paras cantik jelita.

Singkat cerita, kecantikan roro anteng yang begitu terkenal hingga diketahui oleh seorang pertapa sakti berwujud raksasa yang dikenal dengan nama kyai Bima yang tinggal dilereng gunung bromo. Kemudian pertapa itu datanglah kerumah roro anteng dengan maksud untuk meminangnya dengan ancaman akan menghancurkan seluruh desa jika niatnya di tolak.

Keinginan sang pertapa itu belum diterima oleh sigadis karena hatinya hanya untuk joko seger. Namun disamping itu si gadis merasa khawatir akan ancaman dari sang pertapa akan membinasakan seluruh desa jika lamarannya ditolak.

Peristiwa Munculnya Gunung Batok

Sang pertapa terus mendesak hingga akhirnya si gadis roro anteng membuat syarat kepada pertapa sakti untuk membuatkan danau diatas gunung bromo dan harus selesai dalam waktu semalam sebelum ayam jantan berkokok.

Kyai Bima sang pertapa yang sakti mandraguna itupun tertawa karena permintaannya itu cukup mudah baginya dan akhirnya diterimalah syarat itu dan langsung dikerjakan.

Karena takut syarat itu berhasil, roro anteng bermaksud untuk menggagalkannya yaitu dengan mengajak perempuan-perempuan didesanya menumbuk padi diatas lesung sedangkan para lelakinya membakar jerami di ufuk timur agar ayam segera berkokok.

Kyai Bima merasa kesal mendengar ayam berkokok karena menganggap gagal memenuhi syarat dan batal menikahi roro anteng sehingga batok (tempurung kelapa) yang dia gunakan mengeruk tanah untuk membuat danau di atas gunung dilempar begitu saja hingga jatuh ketanah dan jadilah gunung batok.

Asal Usul Suku Tengger

Suku Tengger

Masalah dengan kyai Bima sudah teratasi dan kembalilah roro anteng kepada joko seger dan akhirnya menikah.
Pasangan ini hidup tentram tinggal di lereng gunung bromo. Penduduk asli gunung bromo berkaitan erat dengan cerita legenda joko seger dan roro anteng. Berdarakan cerita sejarah dan legenda gunung bromo bahwa nama suku tengger diambil dari suku kata awal dari nama kedua pasangan tersebut.

Pernikahan mereka tak kunjung diberikan keturunan. Pada akhirnya kedua pasangan joko seger dan roro anteng bersemedi di gunung bromo dengan harapan agar segera diberikan keturunan oleh sang hyang widhi. Setelah beberapa hari semedi muncullah bisikan suara goib bahwa keinginannya itu akan terwujud namun anak keturunan yang terakhir harus dikorbankan ke dalam kawah bromo.

Asal Mula Kasada Bromo

Jadwal Upacara Kasada Di Gunung Bromo

Tanpa pikir panjang merekapun menyanggupi suara goib tersebut. Tak lama setelah pulang dari semedi, roro anteng hamil dan memiliki anak.

Beberapa tahun berlalu hingga tibalah waktu dimana janji untuk mengorbankan anak terakhirnya ke kawah bromo ditagih. Roro anteng dan joko seger memilili 25 putra, dan putra terakhir bernama Jaka kesuma yang cerdas, tangkas dan tampan.

Pada suatu malam jaka seger bermimpi ditegur sang dewa untuk menepati janjinya mengorbankan putra bungsunya sebagai sesajen ke kawah gunung bromo. Jika tidak ditepati maka desa akan diterpa malapetaka.

Mimpi sang ayah diceritakanlah kepada sang anak jaka kesuma. Dengan bijaknya sang putra bersedia memenuhi janji tersebut demi keluarga dna masyarakat. Pada tanggal 14 bulan kasada saat purnama, jaka kesuma diantar oleh keluarga dan warga desa pergi ke kawah bromo.

Kemudian jaka kesuma menceburkan dirinya dan berucap berikanlah aku hasil ladang disetiap tanggal 14 bulan kasada. Sejak itulah selalu diperingati upacara kasada bromo oleh suku tengger masyarakat asli lereng gunung bromo.

Magdalena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Inilah Peninggalan Sunan Gunung Jati yang Masih Utuh

Rab Sep 13 , 2023
MENOREH.CO – Berbagai peninggalan Sunan Gunung Jati juga sangat menarik untuk diketahui. Sunan Gunung Jati ialah salah seorang wali yang lahir pada tahun 1448 masehi. Dirinya terlahir dengan nama Syarif Hidayatullah atau Sayyid Al-Kamil dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rara Santang, putri Prabu Siliwangi. […]

Kamu mungkin suka