Cara Membuat Wanita Bergairah dan Pantangan Seks yang Dikupas dalam Sastra jawa: Serat Centhini

MENOREH.CO, Wonosobo Serat Centhini merupakan buku kesastraan Jawa yang aslinya bernama “Suluk Tembangraras”. Buku ini ditulis dalam bahasa dan tulisan Jawa dalam bentuk tembang Macapat oleh tiga punjangga dari Kerajaan Surakarta yakni Ranggasutrasna, Yasadipura II, dan R. Ng. Sastradipura.

Buku ini di tulis dalam abad ke-19 yang terdiri dari 4000 halaman, disusun dalam 12 jilid. Halaman-halaman dalam Serat Centhini berisi hampir semua tata-cara, adat istiadat, legenda, cerita, ilmu-ilmu kebatinan dan pengetahuan lain yang hidup di kalangan masyarakat Jawa pada abad 16-17.

Serat Centhini juga membahas mengenai persoalan seks sekitar 10 – 20 persen dalam keseluruhan isi buku, seperti yang dikatakan oleh Elizabeth Inandiak, seseorang yang pernah menerjemahkan beberapa pethilan Serat Centhini ke dalam bahasa Prancis.

Bukti lainnya adalah melalui buku yang berjudul Centhini: Kitab Seks Jawa karya Agus Wahyudi. Di dalamnya terdapat bab-bab yang merupakan panduan hubungan seks. Salah satu bab fokus mengutip Serat Centhini tentang bagaimana cara membuat wanita bergairah, yang berdasarkan waktu penanggalan Jawa.

“Wanita itu memiliki bagian-bagian tubuh tertentu yang jika diperlukan secara khusus maka akan bisa menimbulkan rangsangan birahi,” tertulis di buku tersebut

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat wanita birahi dalam Serat Centhini:

  1. Jika hendak bersenggama pada tanggal 1 maka mulailah pemanasan olah asmara itu dengan mencium dahinya.
  2. Jika hendak bersenggama pada tanggal 2 maka mulailah dengan mencium pusarnya.
  3. Jika hendak bersenggama pada tanggal 3 maka mulailah dengan memijat betis kiri dan kanan secara bergantian.
  4. Jika hendak bersenggama pada tanggal 4 maka mulailah dengan memijat kedua tangannya.
  5. Jika hendak bersenggama pada tanggal 5 maka mulailah dengan mencium kedua payudaranya
  6. Jika hendak bersenggama pada tanggal 6 maka mulailah dengan mencium di sela-sela keningnya.
  7. Jika hendak bersenggama pada tanggal 7 maka mulailah dengan mencium sela-sela payudaranya.
  8. Jika hendak bersenggama pada tanggal 8 maka mulailah dengan mencium kedua bibirnya.
  9. Jika hendak bersenggama pada tanggal 9 maka mulailah dengan memijat kedua pahanya serta mengusap belikat.

10.Jika hendak bersenggama pada tanggal 10 maka mulailah dengan meraba-raba perutnya.

  1. Jika hendak bersenggama pada tanggal 11 maka mulailah dengan mencium hidungnya.
  2. Jika hendak bersenggama pada tanggal 12 maka mulailah dengan mengusap belikatnya.
  3. Jika hendak bersenggama pada tanggal 13 maka mulailah dengan menciumi kedua payudaranya, sama dengan tanggal 5.
  4. Jika hendak bersenggama pada tanggal 14 maka mulailah dengan menciumi bibir dan mengusap wajahnya.
  5. Jika hendak bersenggama pada tanggal 15 maka mulailah dengan menciumi keningnya.

Untuk tgl 16 sama sperti tanggal 1 dan seterusnya. Dikatakan didalamnya apa bila hal tersebut dilakukan oleh pasangan pria, akan membuat pasangan wanita bergairah dan meningkatkan nafsu birahinya. Dalam Serat Centhini juga tertulis beberapa pantangan yang perlu di hindari agar tidak terjadi hal – hal buruk. Seperti sebagai berikut:

  1. Jangan bersenggama dengan lampu penerang sebab jika menjadi anak nantinya ia akan bodoh dan kurang berbudi.
  2. Jangan bersenggama pada saat fajar sebab kalau jadi anak nantinya anak itu akan hidup dalam kehinaan.
  3. Jangan bersenggama pada malam menjelang Idulfitri, karena jika jadi anak maka anak itu kelak akan durhaka pada orang tuanya.
  4. Jangan bersenggama sambil berdiri karena jika menjadi anak maka kelak anak itu akan beser atau mudah kencing.
  5. Jangan bersenggama atau berhubungan seks pada hari Sabtu atau malam Minggu karena jika menjadi anak maka kelak anak itu nantinya akan celaka dengan tercebur ke dalam air saat masih bayi.
  6. Jangan bersenggama dengan wanita yang sedang datang bulan sebab jika menjadi anak maka kelak anaknya akan terkena penyakit kusta.
  7. Jangan bersenggama dengan pelacur dan taledhek. Jika nekat bersenggama dengan mereka maka akan berakibat buruk yakni terkena raja singa (penyakit kelamin), kemaluan akan jadi bengkak-bengkak, bernanah, dan berair.
  8. Jangan bersenggama dengan wanita yang memiliki kelakuan buruk meskipun memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang cantik. Lebih baik mencari gadis yang kurang cantik tapi berbudi baik.
  9. Jangan bersenggama setelah makan, sementara perut masih dalam keadaan kekenyangan. Ini tidak baik bagi kesehatan dan akan mengakibatkan penyakit batuk.
  10. Jangan bersenggama pada tanggal 1 atau pada akhir bulan karena hal itu tidak baik. Jika menjadi anak nantinya ia akan bertubuh kerdil.

Itu dia cara membuat wanita bergairah dan beberapa pantangan seks yang terdapat dalam Serat Centhini yang telah Mercusuar telusuri dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penerapan Stoikisme: Menuju Puncak Kebahagiaan, yang Relevan dengan Generasi Milenial Saat Ini

Ming Jul 7 , 2024
MENOREH.CO, Wonosobo – Stoikisme adalah ajaran filsafat kuno tentang bagaimana cara kita mengendalikan emosi negatif dan menghargai apa yang kita miliki, untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh kebijaksanaan. Ajaran ini pertama kali di usulkan oleh seorang filsuf dari siprus bernama Zeno pada abad ke-3 SM. Stoikisme juga mendapat pengaruh […]
Penerapan Stoikisme

Kamu mungkin suka