Biografi Lengkap Sastrawan Besar Ahmad Tohari

MENOREH.CO – Ahmad Tohari, Sastrawan Angkatan 70-80 yang melegenda hingga sekarang. Biografi Ahmad Tohari, anda dapat menemukan inspirasi untuk bahan bacaan buku, terutama bagi yang sedang belajar menulis.

Lagipula, karya-karya yang dihasilkan Ahmad Tohari tidak sedikit yang mendapatkan penghargaan.

Adapun Biografi Ahmad Tohari ini yang dirangkum dari buku Biografi Singkat SASTRAWAN INDONESIA DALAM SEBUAH ANGKATAN SASTRA yang ditulis oleh Toyidin.
Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit PT Dunia Pustaka Jaya di tahun 2016 dengan cetakan pertama.

Untuk itu, Tim Aspirasiku merangkum biografi Ahmad Tohari dalam perjalanan karirnya dari Toyidin.

1.Latar Belakang:

Ahmad Tohari adalah sastrawan Indonesia sebagai cerpenis dan novelis terkenal, juga menulis esai. Lahir di Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, tanggal 13 Juni 1948.

Ayahnya seorang kiyai (pegawai KUA) dan ibunya pedagang kain. Ia menikah tahun 1970 dengan Siti Syamsiah (Guru SD), dan dikaruniai lima orang anak

2. Pendidikan:

SMA 2 Purwokerto (1962)

Universitas Jenderal Sudirman, Fakultas Ekonomi (1974-1975). Pindah ke Fakultas Sosial Politik (1975-1976).

Pernah juga ke Fakultas Kedokteran YARSI, Jakarta (1967-1970) tetapi semuanya tidak selesai.

Mengasuh Pondok Pesantren NU AL-Falah di desanya.

3. Karir:

  • Pernah bekerja di BNI.
  • Redaktur majalah Keluarga dan Amanah di Jakarta (1986).

4. Karya-Karyanya:

  • Novel Kubah (1980).
  • Novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982, dan terbit dalam bahasa Jepang di tahun 1986).
  • Novel Lintang Kemukus Dinihari (1985).
  • Novel Jantera Bianglala (1986).
  • Novel Di Kaki Bukit Cibalak (1986).
  • Novel Berkisar Merah (1993).
  • Novel Lingkar Tanah Lingkar Air (1995).
  • Novel Belantik (2001).
  • Novel Orang-Orang Proyek (2000).
  • Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin (1989).
  • Kumpulan Cerpen Nyanyian Malam (2000).
  • Kumpulan Cerpen Rusmi Ingin Pulang (2004).
  • Kumpulan Esai Kiai Sadrun Gugat (1995).

5. Penghargaan

  • Meraih hadiah Yayasan Buku Utama untuk Novel Kubah (1980).
  • Meraih hadiah Yayasan Buku Utama untuk Novel Jantera Bianglala (1986).
  • Pemenang salah satu hadiah Sayembara Mengarang Roman DKJ (1976).
  • Meraih hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomroep untuk cerpen “Jasa-Jasa buat Sanwirya” dan diterbitkan dalam antologi cerpen Dari Jodoh Sampai Supiyah (1976).
  • Pernah mengikuti Internasional Writing Program di Lowa City (1990).
  • Meraih hadiah Sastra ASEAN untuk novelnya Berkisar Merah (1995). (mag)

Magdalena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Novelis Remy Silado Remajanya di Semarang

Sen Feb 20 , 2023
MENOREH.CO – Yusbal Anak Perang Imanusel Panda Abdiel Tambayong atau yang dikenal sebagai Remy Sylado merupakan sastrawan, penyair, novelis, dramawan, cerpenis, penyanyi, aktor, wartawan, dan dosen berdarah Indonesia. Remy Sylado lahir di Malino, Makassar, Sulawesi Selatan pada 12 Juli 1923. Remy Sylado menghabiskan masa kecil dan remajanya di Semarang, Jawa […]

Kamu mungkin suka