Asal-Usul Nama Gunung Bismo Yang Di Ambil Dari Naman Tokoh Pewayangan

MENOREH.CO,WONOSOBOGunung Bismo adalah salah satu dataran tinggi yang ada di Kabupaten Wonosobo. Bagi masyarakat setempat, Gunung Bismo ini mampu menawarkan pemandangan alam yang luar biasa.

Apalagi diketahui Gunung Bismo ini memiliki ketinggian sekitar 2.365 meter di atas permukaan laut. Maka tak heran jika Gunung Bismo ini menjadi salah satu ikonik bagi Kabupaten Wonosobo.

Sama seperti layaknya gunung-gunung yang ada di daerah lain, Gunung Bismo juga menyimpan berbagai misteri. Ada banyak versi cerita mengenai asal-usul penamaan Gunung Bismo Wonosobo ini.

Berdasarkan kisah yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Gunung Bismo ini ada kaitannya dengan tokoh wayang bernama Bisma. Bisma sendiri merupakan anak dari Prabu Santanu, seorang Raja Astina dengan Dwi Gangga atau Dewi Jahanawi.

Berdasarkan kisah Jawa, Bisma kecil ini memiliki Nama Raden Dewabrata. Ia disebut-sebut sebagai keturunan dari Dewa Barata dan memiliki nama lain yaitu Ganggadata.

Bisma ini digambarkan sebagai seorang tokoh yang sangat sakti dan berhak atas tahta Astina. Namun karena keluhuran hatinya, ia rela tak menjadi raja untuk menghindari perpecahan antar keluarga.

Ia pun dikisahkan sebagai seorang yang tak pernah menikah sama sekali. Namun pada kisah lain, ada yang menyebutkan bahwa Bisma ini merupakan kakek dari Pandawa dan Kurawa.

Pandawa dan Kurawa ini diceritakan adalah seorang saudara yang sama kakek, namun beda nenek. Terlepas dari kisah Bisma ini menikah atau tidak, namun yang pasti Bisma dan Gunung Bismo memiliki kecocokan.

Hal itu dibuktikan dari salah satu puncak Gunung Bismo bernama Hastinapura, yang kemudian dikaitkan dengan Astina. Seperti yang telah disebutkan bahwa Astina merupakan sebuah kerajaan yang harusnya diwarisi oleh Bisma.

Selain itu, konon kerajaan Astina ini pun juga diperebutkan oleh Pandawa dan Kurawa. Di sisi lain, pada puncak Gunung Bismo Wonosobo ini pun diketahui ada sebuah makam.

Konon makam tersebut dipercaya merupakan makam dari Mbah Bismo, yang merupakan juru kunci Gunung Bismo pada masa lalu. Masyarakat setempat pun belum mengetahui secara pasti kapan makam Mbah Bismo itu ada.

Meski demikian, masyarakat setempat juga menganggap Gunung Bismo sebagai gunung yang keramat, lantaran terdapat makam di atasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sejarah Desa Kedungsalam, Perjalana Luwih Eyang Kyai Thalib dari Mataram

Jum Sep 29 , 2023
MENOREH.CO,Malang – Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang merupakan desa yang masih menjunjung tinggi adat tradisi warisan leluhur. Selain itu juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Tokoh Masyarakat Desa Kedungsalam, Iwan Yuyanto menceritakan Bermula pada kisaran tahun 1900-an, Desa Kedungsalam tersebut masih berupa hutan belantara. Akhirnya, pada abad ke 19 […]

Kamu mungkin suka